Yuta Watanabe, Pencatat Sejarah dan Bintang All England 2021
FOOTBALL265.COM - Jepang mendominasi All England 2021 dengan meraih empat gelar dari lima nomor yang dipertandingkan. Dari barisan pemain Jepang yang menjadi jawara, Yuta Watanabe merupakan yang paling bersinar.
Pebulutangkis 23 tahun itu meraih gelar dobel di nomor ganda pada turnamen yang digelar di Utilita Arena Birmingham, 17-21 Maret 2021 tersebut.
Sukses Watanabe dimulai dengan keberhasilannya mempertahankan gelar di nomor ganda putra, bersama Hiroyuki Endo. Pada laga final yang berlangsung Minggu (21/3/2021), Endo/Watanabe mengalahkan rekan senegara, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, dengan 21-15, 17-21, 21-11.
"Kami menang tahun lalu, tetapi setelah itu kami tidak bisa bertanding lagi (karena pandemi), jadi kami tidak marasa punya peluang lebih baik untuk menang dibanding lawan," kata Endo setelah pertandingan, dalam rilis yang dikeluarkan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).
Bagi Endo, gelar ini terasa lebih spesial karena laga final digelar bertepatan dengan ulang tahun anak laki-lakinya. Hadiah sangat spesial untuk Endo junior.
Tahun lalu, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe juga harus bertanding selama tiga gim untuk mendapatkan gelar juara. Lawan yang mereka kalahkan tahun lalu adalah pasangan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
1. Ganda Putra dan Ganda Campuran
Yuta Watanabe tampil pada partai final keduanya di nomor ganda campuran. Berpasangan dengan Arisa Higashino, Watanabe juga bertemu sesama wakil Jepang, Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo.
Yuta Watanabe/Arisa Higashino memenangi laga ini dengan 21-14, 21-13 dalam 40 menit. Bagi pasangan muda tersebut, ini merupakan gelar kedua mereka di All England, setelah yang pertama didapatkan pada 2018.
"Saya sangat suka turnamen ini, dan kami harus menunggu sejak pertama juara pada 2018, jadi saya senang bisa kembali naik podium. Saya akan melakuan ini terus," kata Yuta Watanabe.
Dua kemenangan dalam satu hari ini menjadikan Watanabe sebagai pemain putra pertama yang meraih dua gelar dalam satu turnamen All England, setelah sebelumya dilakukan oleh Kim Dong Moon (Korea Selatan) pada 2000 dan 2002.
"Saya sangat senang karena meraih dua gelar merupakan target saya, tetapi saya belum sepenuhnya puas di level ini. Saya ingin lebih dan menyamai para pemain top lainnya," kata Watanabe.
"Meraih dua gelar merupakan sesuatu yang ingin saya buktikan kepada dunia. Itu adalah target saya, jadi saya senang sekali (bisa mewujukannya)," ujar Watanabe lagi.
Selain dua gelar dari nomor ganda putra dan ganda campuran, Jepang juga membawa pulang trofi juara dari nomor tungal dan ganda putri.