Apes! Penerima Assist Pertama dari Egy Maulana Vikri Dipecat FK Senica
FOOTBALL265.COM - Klub asal Slovakia, FK Senica, membuat langkah mengejutkan dalam usaha mereka bertahan di Fortuna Liga musim ini.
Dengan alasan yang belum diungkapkan, mereka memutuskan untuk berpisah dengan Elvis Sukisa Mashike yang merupakan salah satu pemain berlabel bintang yang belum lama ini menerima assist dari Egy Maulana Vikri.
Pada Senin (06/12/21) melalui akun Instagram mereka, Senica mengumumkan jika kesepakatan bersama telah tercapai untuk mengakhiri kontrak dengan Mashike.
Tidak diketahui sebenarnya sampai kapan striker 27 tahun itu sebenarnya diikat di OMS Arena.
Rumornya Mashike akan berlabuh ke rival Senica di Liga Fortuna yakni MSK Zilina. Dilihat dari klasemen sementara, Zilina berada di posisi yang lebih mapan yakni posisi kelima atau empat tangga diatas Senica.
Kehilangan Mashike adalah sebuah pukulan telak karena bomber asal Republik Demokratik Kongo kelahiran Zaire itu adalah top skor Senica. Dari 17 penampilan di segala ajang, sudah ada delapan gol plus satu assist yang didulangnya.
Sumber gol kedua Senica adalah winger berkebangsaan Ceko yakni Simon Sumbera. Pemain 30 tahun itu memiliki empat gol dan empat assist dari 18 laga.
Penggawa asal Indonesia, Egy Maulana Vikri, kemudian mengekor di belakang keduanya. Meski belum lama masuk dalam starting XI Senica namun gelandang serang kidal 21 tahun itu sudah punya dua gol dan empat assist dari 13 game saja.
1. Kehilangan Besar
Kepergian Mashike juga bisa jadi kerugian bagi Egy yang mulai bisa membangun koneksi dengannya.
Perlu diketahui jika Mashike adalah pemain pertama yang merasakan servis manis umpan pemuda kelahiran Medan itu kala Senica menang 1-0 atas FK Pohronie di medio November 2021 lalu.
Layaknya Egy, Mashike, juga sebenarnya masih tergolong pemain baru bagi Senica. Ia baru datang pada Juli 2021 atau hanya sebulang lebih dulu ketimbang Egy dari Slovan Liberec yang berkompetisi di Liga Ceko.
Menarik untuk menunggu manuver FK Senica berikutnya untuk menggantikan Mashike. Andai tidak mau lagi berlaga di play-off relegasi layaknya musim lalu, maka manajer Pavel Šustr harus mencari mesin gol yang tak cuma tajam namun juga bisa melahirkan chemistry apik dengan Egy Maulana Vikri di lini depan.