Pep Guardiola Blak-blakan Kagumi Andre Onana, Ederson Keringat Dingin
FOOTBALL265.COM – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengagumi kiper Inter Milan, Andre Onana, setelah final Liga Champions usai sehingga membuat Ederson Moraes keringat dingin.
Manchester City pada akhirnya mampu meraih treble winner pada musim 2022/2023 ini sekaligus menyabet gelar Liga Champions perdana mereka.
Dengan demikian, The Citizens kini menjadi tim kedua di Liga Inggris yang mampu meraih treble winner setelah Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson pada 1999 silam.
Laju Man City dalam musim 2022/2023 ini bisa dibilang menemui jalan terjal pada awalnya yang mana mereka sempat kehilangan poin di Liga Inggris.
Oleh sebab itu, tak heran apabila Arsenal lebih banyak bertakhta di puncak klasemen Liga Inggris sampai terjadi insiden the Gunners terus menerus gagal meraih poin penuh.
Pep Guardiola, yang sudah mengubah formasinya dari 4-3-3 menjadi 3-2-4-1, pada akhirnya bisa menjuarai Liga Inggris dengan formasi baru andalannya itu.
Setelahnya, Ilkay Gundogan cs juga sukses menumbangkan Manchester United dengan skor tipis 2-1 di final Piala FA.
Hingga akhirnya Man City bisa menjuarai Liga Champions musim 2022/2023 setelah membekuk Inter Milan dengan skor 1-0 lewat gol semata wayang Rodri.
Dengan demikian, Manchester City sudah bisa dibilang sebagai salah satu tim besar Eropa dalam segi prestasi yang dinilai berdasarkan trofi Liga Champions yang dimiliki.
Menariknya, setelah Manchester City meraih treble dengan menjuarai Liga Champions, Pep Guardiola blak-blakan mengagumi kiper Inter Milan, Andre Onana, yang pastinya membuat Ederson Moraes pun keringat dingin.
1. Kesengsem dengan Onana
Dilansir Football Italia, manajer Manchester City, Pep Guardiola, tak bisa menyembunyikan kekagumannya pada kiper Inter Milan, Andre Onana, seusai final Liga Champions selesai.
Andre Onana sendiri memang baru saja datang dari Ajax Amsterdam secara bebas transfer pada bursa transfer musim panas 2022 lalu.
Kiper berpaspor Kamerun itu lantas menjadi pilihan utama di bawah Simone Inzaghi yang mana ia juga mencatatkan lima kali nirbobol dalam tujuh laga Liga Champions di babak gugur musim ini.
Namun, kekaguman Guardiola itu bukan karena kemampuan kiper berusia 27 tahun itu dalam menahan serangan lawan, melainkan kepiawaiannya dalam memainkan bola dengan kakinya.
“Mampu menemukan ruang kosong dan mengosongkan lini tengah adalah kualitas yang spesial. Normalnya, tim memang punya kiper bagus, tetapi dia (Onana) sungguh mengerikan dalam memainkan bola dengan kakinya,” tandas Guardiola.
“Ketika Anda punya penjaga gawang, seperti Onana, yang mampu membaca (permainan) dengan sempurna yang mana ada semua pemain bisa mengumpan bola,”
“Dengan Calhanoglu dan Barella, lalu striker yang mampu menahan dan memainkan bola di sekelilingnya. Itu benar-benar menyulitkan.”
“Perjuangan kami akan lebih mudah tanpa penjaga gawang (semacam) ini, tetapi ya tetap masih sulit (walau tanpa Onana),” aku Guardiola.
Masih perlu dipantau apakah Pep Guardiola akan tiba-tiba mengusik Chelsea dalam perburan Andre Onana ke depan yang pastinya juga membuat Ederson Moraes keringat dingin.
Tak menutup kemungkinan pula Pep Guardiola malah menjual Ederson Moraes, yang kontraknya masih tersisa hingga 2026 mendatang, dan menggaet Andre Onana sebagai gantinya.