Tak Hanya Jadi Pengusaha, Ronaldo Jajal Jadi Guru setelah Gantung Sepatu

Kamis, 5 September 2019 17:34 WIB
Penulis: Shintya Maharani | Editor: Nugrahenny Putri Untari
© Shintya Anya Maharani/INDOSPORT
Potret Christian Ronaldo Sitepu saat jadi pelatih di Rangers Basketball Academy. Shintya Anya Maharani/INDOSPORT. Copyright: © Shintya Anya Maharani/INDOSPORT
Potret Christian Ronaldo Sitepu saat jadi pelatih di Rangers Basketball Academy. Shintya Anya Maharani/INDOSPORT.

FOOTBALL265.COM - Selain menjadi karyawan dan pengusaha sepatu setelah pensiun, bintang Satria Muda Jakarta yang juga mantan pemain Timnas Indonesia, Christian Ronaldo Sitepu, menjajal diri sebagai pelatih atau guru di akademi basket.

Akademi tersebut adalah Rangers Basketball Academy, akademi basket yang ia bangun bersama dua rekannya di Satria Muda lainnya, Bonanza Siregar dan Amin Prihartono.

Lantas apa alasan, Dodo, panggilan akrabnya, hingga mau terjun menjadi pelatih dan membangun akademi basket? Secara khusus kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Dodo bercerita.

“Ini panggilan sih, pada dasarnya emang saya suka anak-anak dan dulu berpikir kalau sempat saya dikasih kesempatan mengajar maunya nggak cuma soal prestasi aja tetapi pembinaan seperti Rangers Basketball Academy,” ungkap Dodo.

Di akademi basket tersebut, Christian Ronaldo Sitepu mengajar tiga kelompok umur yang terhitung masih belia, yaitu KU 5-8,10-12, dan 14.

© Shintya Anya Maharani/INDOSPORT
Potret Christian Ronaldo Sitepu saat jadi pelatih di Rangers Basketball Academy. Copyright: Shintya Anya Maharani/INDOSPORT
Potret Christian Ronaldo Sitepu saat jadi pelatih di Rangers Basketball Academy.

“Saya juga berpikir seperti ini, basket sudah memberikan saya banyak hal masa saya nggak memberikan apa-apa ke basket,” ujar mantan pebasket kelahiran 27 Oktober 1986 tersebut.

“Sisi bisnis juga nggak bohong ya, dan memang bagus juga,” sambungnya lagi.

Selain sudah jadi mimpinya sejak lama, Dodo merasa pamor basket Indonesia belum terlalu terdengar di negaranya sendiri. Dengan ikut membangun pembinaan basket, Dodo berharap bisa mengenalkan basket lebih luas ke masyarakat Indonesia.

“Saya selalu percaya bahwa salah satu aspek penting dalam membangun peradaban manusia adalah olahraga. Bibit-bibit kecil inilah yang nantinya jadi penerus selanjutnya, itu yang saya lakukan,” ujarnya.

Dodo pun mengatakan masih banyak pemain muda yang tidak mengenal dirinya. Ia mengatakan ini adalah PR sektor basket Indonesia untuk lebih menggaungkan IBL, yang seolah kalah bersaing dari kompetisi NBA.