Eni Rosita, Pelari Lintas Alam yang Bangkit Usai Disiram Air Keras
Perempuan yang sudah berkepala empat itu harus menunggu setidaknya lima bulan untuk bisa kembali pulih secara utuh dan beraktivitas normal.
Bahkan pada Februari 2017, Eni Rosita mulai kembali mengikuti lomba lari lintas alam (sambil tuntaskan rindu) dengan rute yang pendek, 25 km, di Yogyakarta.
Seiring berjalannya waktu, perempuan kelahiran Pemalang ini terus mengikuti berbagai ajang lomba lari lintas alam sambil terus menjalani pemulihan.
Keinginan untuk menepis peristiwa yang sangat merugikan itu membuat Eni Rosita yakin terus berusaha menjadi yang terbaik di setiap kejuaraan.
Sampai-sampai Eni Rosita turut menerbitkan sebuah buku dengan judul "A Story That Says I Survived, Kisah Inspiratif Pelari Perempuan".
Dalam sejumlah unggahan foto di akun media sosial Instagram pribadinya, Eni Rosita turut ikut dalam lomba internasional yang digelar di luar negeri.
Hingga kini banyak kejuaraan lomba lari lintas alam yang telah dijalani olehnya. Jumlah tersebut masih bisa bertambah selepas masa pandemi COVID-19.