Profil Cabang Olahraga Asian Para Games 2018: Goalball
Goalball adalah olahraga yang dikhususkan untuk para tuna netra. Maka pendengaran menjadi indera yang paling berperan di sini. Para pemain juga harus memakai penutup mata untuk menghindarinya dari lemparan bola.
Goalball dimainkan di lapangan yang berukuran 18 m x 9 m. Lapangan dibagi tiga bagian: landing area (daerah depan gawang), netral area (tengah lapangan), dan tim area (daerah gawang) untuk melempar (menggelindingkan bola).
Ada dua tim yang bertanding. Tiap tim beranggotakan tiga orang. Mereka harus menjaga gawang mereka yang berukuran 9 m x 1,3 m dari kebobolan.
Pada lomba ini, penonton dan wasit juga tak boleh mengeluarkan suara yang bisa mengganggu konsetrasi para pemain. Wasit hanya bersuara –meneriakkan kata ‘Play!’ untuk memulai pertandingan dan bersiul 2x saat pemain mendapatkan poin.
Permainan dimulai dengan pemain yang melempar bola dari tim area. Saat pemain melempar, bola harus mengenai landing area, jika tidak mengenai atau melebihi landing area terjadi penalti (high ball), dan pemain yang sama tidak boleh melempar lebih dari empat kali berturut-turut.
Jika wasit sudah teriak play tapi pemain masih belum melempar dalam waktu 10 detik, itu juga akan menjadi pelanggaran dan mendapatkan penalti. Jika ada pemain berteriak sebanyak 2x, dianggap pelanggaran dan dia harus keluar lapangan.
Permainan berdurasi 2x12 menit. Ketika ada gangguan suara, wasit juga bisa menghentikan pertandingan sementara. Ada juga kesempatan untuk melakukan pergantian pemain 3 kali untuk setiap tim.
Pada olahraga ini, bola yang digunakan juga unik. Bola seukuran bola basket itu harus kempes dan terdapat lonceng di dalamnya untuk membantu pemain mendengar pergerakan bola.