Harapan Indonesia untuk mencuri gelar di China Masters pupus saat ketiga pemain tersisa di babak semifinal tak ada yang memetik kemenangan. Di partai pertama, Hafiz Faisal/Shela Devi Aulia takluk dari tuan rumah, Wang Yilyu/Huang Dongping, dengan dua set langsung, 16-21 dan 8-21.
“Hafiz/Shela agak kurang sabar, tetapi posisi lawan juga memang tidak gampang dimatikan. Hafiz/Shela sering terburu-buru mau mematikan bola, tetapi jadinya malah melakukan kesalahan sendiri,” komentar Vita Marissa, Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI yang mendampingi Hafiz/Shela bertanding.
Sementara itu, pasangan ganda putra Berry Angriawan/Hardianto yang menjadi harapan, juga tak dapat menjaga asa tim Merah Putih. Berry/Hardi ditundukkan wakil Negeri Sakura, Takuto Inoue/Yuki Kaneko, 9-21 dan 13-21.
“Berry/Hardi terlalu banyak melakukan unforced errors, bola-bola di depan net juga kalah, jadi selalu terlalu tertekan. Pertahanan Berry/Hardi juga kurang baik, begitu dapat serangan, mereka juga tidak bisa mematikan,” ujar Aryono Miranat, Asisten Pelatih Ganda Putra PBSI, dikutip dari rilis yang diterima INDOSPORT.

“Selalu tertinggal jauh karena banyak mati-mati sendiri, Berry/Hardi juga kalah dari segi penempatan bola-bola datar atau no lob-nya. Evaluasinya, ke depannya semuanya perlu ditingkatkan, baik kualitas fisik maupun mental,” tambah Aryono.
Sementara pasangan gado-gado Hendra Setiawan/Tan Boon Heong juga gagal ke babak pamungkas dengan dikalahkan dari unggulan pertama dari Taiwan, Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin, setelah berjuang tiga set dengan skor 14-21, 21-13, dan 18-21.