FOOTBALL265.COM – Tim beregu Indonesia sukses membawa pulang piala Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior 2019 usai mengalahkan China 3-1 di partai final pada Sabtu (5/10/19). Kemenangan tersebut ditanggapi sebagian para warganet dengan menyinggung KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia).
Salah satu warganet bernama @dhiaaa10 berharap agar lembaga tersebut sadar akan perjuangan keras anak muda Indonesia dalam mengharumkan nama bangsa. Pasalnya, apa yang dilakukan oleh anak muda tersebut bergerak ke arah positif.
Semoga sadar ye koh mereka, masa gk terharu lihat perjuangan atlet2 junior
— Dhiaaa (@Dhiaaa10) October 6, 2019
Selain itu, akun @justicung dan @endhaibara turut menyatakan kekesalannya. Mereka mewakili beberapa warganet lain yang ingin para atlet mengarak piala tersebut di depan KPAI. Prestasi ini merupakan pembuktian ketiaadan eksploitasi apa pun.
bisa bisanya ya indonesia mengeksploitasi anak anak dengan membawa pulang medali emas. Coba itu anak anak korban 'eksploitasi' pialanya diangkat tinggi tinggi didepan @KPAI_official dan @lenteraanak_ terus teriakan "KAMI HASIL EKSPLOITASI ANAK" !! #WJC2019
— ai (@endhaibara) October 6, 2019
Apakah pialanya perlu diarak ke depan kantor @KPAI_official @lenteraanak_
— sgnuc (@justicung) October 5, 2019
ya Koh @RudyRoedyanto ?
Ehehe https://t.co/ci2rvt6NzK
Beberapa waktu lalu, KPAI sempat membuat ramai khalayak dengan protesnya ke PB Djarum untuk menghentikan audisi pebulu tangkis muda. KPAI menilai hal tersebut sebagai eksploitasi anak di bawah umur.
Namun, dalam pertandingan kemarin, kemenangan Indonesia dipersembahkan banyak atlet dari PB Djarum. Salah satunya ialah Febriana Dwipuji Kusuma. Febriana yang berpasangan dengan Putri Syaikah secara heroik mempersembahkan poin ketiga Indonesia.
Tak hanya itu, Indah Cahya Sari Jamil yang merupakan binaan PB Djarum juga merebut satu poin di nomor ganda campuran. Pemain junior peringkat satu dunia itu berpasangan dengan Daniel Marthin. Keduanya mengalahkan Feng Yan Zhe/Lin Fang Lin dengan 21-18, 18-21, 21-11.
Adapun satu poin lainnya dipersembahkan oleh Putri Kusuma Wardani di nomor tunggal putri. Ia mengalahkan Zhou Meng dengan skor 21-18, 18-21, 21-14 dalam 71 menit. Sedangkan, Bobby Setiabudi kalah dramatis melalui rubber set setelah sempat match point.
Gelar ini menjadi yang pertama bagi tim Indonesia beregu di ajang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Junior sejak digelar pada 2000. Para atlet muda Tanah Air berhasil mematahkan dominasi China yang selalu mengalahkan Indonesia di babak final beregu.