Flandy Limpele dan Nova Widianto, Legenda Ganda Campuran yang Nyaris Ciptakan All Indonesian Final di Olimpiade

Setelah bersinar sebagai pemain, kini Flandy Limpele dan Nova Widianto sama-sama kembali untuk berjibaku memajukan sektor ganda campuran Indonesia.
Ya, kembalinya duet legenda ini memberikan harapan besar bagi kebangkitan sektor ganda campuran yang dalam setengah dekade terakhir tidak konsisten dan bahkan stagnan.
Pengalaman dan prestasi Flandy sebagai pelatih di negara orang diharapkan bisa memperbaiki hal tersebut. Tentu ditambah dengan kemampuan kepelatihan dari Nova Widianto.
Setelah era Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, sektor ganda campuran sangat bergantung kepada pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva. Prestasi kedua pasangan 'anyar' ini sebetulnya tidak buruk-buruk amat, karena berhasil mempersembahkan sejumlah gelar Super 750 dan 1000.
Sayangnya, sebagai wakil Indonesia, keduanya gagal menunjukkan performa yang konsisten. Dan bahkan, keduanya mengalami kemunduran prestasi hingga puncaknya didepak dari Pelatnas.
Perginya Praveen/Melati juga diikuti oleh Gloria Emanuelle, pebulutangkis ganda campuran nomor dua Indonesia yang kini bertanding secara independen bersama Dejan Ferdinansyah.
Tentu, pintu masih terbuka bagi kedua pasangan untuk kembali ke Cipayung. Hanya saja, untuk mewujudkan hal tersebut, terbentang Pekerjaan Rumah yang tak mudah.
Ini menjadi tugas besar bagi Flandy Limpele dan Nova Widianto untuk mengembalikan sektor ganda campuran Tanah Air ke puncak dunia. Pengalaman keduanya diharapkan dapat membantu terwujudnya hal tersebut.
Jangan lupakan pula, Indonesia masih memiliki sejumlah darah muda yang siap dipoles menjadi The Next Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir seperti Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso hingga Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati.