Alami Masalah Mental, PBSI Putuskan Ana/Tiwi Turun Kasta ke Level Turnamen Kecil

Lebih lanjut Prasetyo Restu Basuki mengatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi dari tim pelatih PBSI, inkonsistensi yang dialami Ana/Tiwi karena mental mereka yang belum matang.
Kendalan ini pun membuat pelatih memutuskan untuk menurunkan level kejuaraan bagi Ana/Tiwi.
Hal ini bertujuan dengan harapan bisa mengembalikan mental dan daya juang pada tingkat persaingan yang dipandang lebih ringan.
Berdasarkan catatan turnamen dari laman resmi BWF, rekor terbaik yang dibukukan Ana/Tiwi dalam musim 2022 hingga saat ini ialah menjadi runner-up dari turnamen Vietnam Open 2022.
Saat itu Ana/Tiwi keluar sebagai finalis setelah dikalahkan ganda putri Thailand Benyapa Aimsaard/Nuntakanr Aimsaard pada partai puncak.
"Memang dibutuhkan peningkatan di mental, itu yg paling penting. Kalau saya melihat kemarin-kemarin mentalnya memang agak terganggu saja. Seperti ada rasa takut," tutur Prasetyo.
Sementara itu, pasangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Lanny Tria Mayasari/Ribka Sugiarto akan tampil di ajang BAMTC 2023.
Turnamen beregu tersebut akan berlangsung pada 14-19 Februari pada pekan depan di Dubai, Uni Emirat Arab dengan skuat Garuda mengirimkan 10 wakil terbaiknya.
Tak hanya itu, Apriyani/Fadia dan Lanny/Ribka juga menjadi dua ganda putri yang akan bermain di ajang All England 2023.
Kompetisi BWF Super 1000 tersebut akan berlangsung pada 14-19 Maret nanti di Birmingham, Inggris.