Swiss Open 2023 Bakal Lahirkan Sejarah Baru Tunggal Putri, Indonesia Ikut Berpeluang
Gregoria Mariska dan Putri Kusuma Wardani menjadi bagian dari delapan tunggal putri yang menembus perempat final Swiss Open 2023.
Hal ini menjadi capaian yang cukup manis bagi keduanya untuk menapaki gelar perdana di turnamen bulutangkis musim 2023.
Apalagi jika bisa menjuarai Swiss Open 2023, salah satu dari mereka akan menjadi tunggal putri ketiga Indonesia yang bisa ke podium juara ajang ini.
Sebelumnya, dalam riwayat sejarah, tunggal putri Indonesia yang menjuarai Swiss Open baru Yuliani Santosa (1993) dan Cindana Hartono Kusuma (1999).
Putri Kusuma Wardani dan Gregoria Mariska juga peluang jadi pendobrak sejarah sebagai tunggal putri pertama Swiss Open di luar China, India, Jepang, dan Spanyol, sejak terakhir tahun 2006.
Peluang besar pun menanti bagi dua tunggal putri Indonesia, yakni Putri Kusuma Wardani dan Gregoria Mariska di Swiss Open 2023. Meskipun harus diakui bahwa lawan-lawan mereka tidaklah mudah.
Gregoria Mariska di perempat final Swiss Open 2023 akan berhadapan dengan ratu bulutangkis Skotlandia, Kirsty Gilmour, Jumat (24/03/23) malam WIB.
Dua kemenangan di pertemuan sebelumnya, seharusnya bisa jadi modal penting bagi Gregoria Mariska untuk menembus semifinal pertamanya di turnamen badminton musim ini.
Sementara Putri Kusuma Wardani di perempat final Swiss Open 2023 akan menghadapi lawan tangguh dari Thailand yakni Pornpawee Chochuwong.
Jika sama-sama bisa memenangkan laga ini, Putri Kusuma Wardani dan Gregoria Mariska berpotensi jumpa di semifinal Swiss Open 2023.
Sumber: Twitter BWF
Baca berita sepakbola dan olahraga lainnya di Google News