Fajar/Rian Rela Tampil walau Masih Cedera demi Poin Olimpiade, Netizen Julidi PBSI

Meski masih mampu dua gelar Super 1000, yakni Malaysia Open 2023 dan All England 2023, pada tahun ini, harus diakui, permainan Fajar/Rian jauh menurun ketimbang tahun lalu.
FajRi bahkan hanya mampu bertahan satu babak di Malaysia Masters 2023 dan Singapore Open 2023. Di dua turnamen tersebut, mereka langsung tersingkir di pertandingan pertama.
Banyak yang lantas mengaitkan penurunan performa ini terjadi akibat cedera yang dialami kedua pemain.
Namun, tak sedikit pula yang lantas menyerang PBSI, yang seolah tak memperhatikan kebugaran para pemain dengan memaksa para atlet turun berlaga di kondisi kurang fit.
"Atlet indo rentan bgt y cedera.. kykny banyakan yg cedera ketimbang yg sehat bugar.. apa persoalanny knp bs bgini??" tulis @jianch****.
"Ini orang2 PBSI ngapain aja ya. Cedera pinggangnya fajar ini udah lama loh, kok kayaknya gak semakin membaik. kalo gini caranya ya kasian atletnya. Mereka habis2an, siap badan hancur, kalo kalah dihujatnya juga gak main main. Sementara federasinya?" @prestiliawp tak mau ketinggalan.
"Koq negara lain, apalagi China, cepat sembuh cideranya dan bisa memenangkan Olympic, tapi Indo koq susah banget ya seperti itu?" cuit @DwipaJuli.
"Pengen tau kinerja tim fisio PBSI ngapain aja ya, di saat penting kyk gini kok bisa atletnya banyak yg cedera??" tulis @jaysmith07133.
Adapun turnamen terdekat yang akan diikuti Fajar/Rian adalah Korea Open 2023, yang akan digelar pada 18-23 Juli mendatang di Yeosu, Korea Selatan.
Dalam turnamen BWF Super 500 tersebut, Fajar/Rian akan turun sebagai unggulan pertama di nomor ganda putra bulutangkis.