In-depth

Peluang Emas Ganda Putra Indonesia Perpanjang Rekor Buruk Tuan Rumah di China Open 2023

Kamis, 7 September 2023 15:00 WIB
Penulis: Nadia Riska Nurlutfianti | Editor: Prio Hari Kristanto
© PBSI
Pasangan ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan. (Foto: PBSI) Copyright: © PBSI
Pasangan ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan. (Foto: PBSI)
Jalan Terjal Ganda Putra Indonesia

Skuad Indonesia sendiri mengirimkan lima wakil di nomor ganda putra, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Kemudian ada Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan yang tampil di China Open 2023.

Namun Fajar/Rian, Ahsan/Hendra dan Leo/Daniel tersingkir di babak pertama, dan hanya menyisakan Bagas/Fikri dan Pramudya/Yeremia.

Dua wakil Indonesia tersebut juga akan melalui jalan terjal, salah satunya ialah melakoni perang saudara Bagas/Fikri vs Pramudya/Yeremia di babak kedua.

Sementara China sendiri hanya mengirimkan empat wakil andalannya yakni Liang Wei Keng/Wang Chang, Liu Yuchen/Ou Xuan Yi, Ren Xiangyu/Tan Qiang, dan He Jiting/Zhou Haodong.

Namun hanya Ren Xiangyu/Tan Qiang yang menjadi satu-satunya wakil China yang tidak lolos ke babak 16 besar ajang BWF Super 1000 tersebut.

Pemenang antara Bagas/Fikri vs Pramudya/Yeremia kemungkinan bisa bertemu dengan wakil China He Jiting/Zhou Haodong di babak semifinal jika berhasil lolos.

Jika kembali menang, maka salah satu wakil Indonesia akan bertemu antara Liang Weikeng/Wang Chang atau Liu Yuchen/Ou Xuanyi di babak final.

Namun bertemu dengan kedua wakil tuan rumah tersebut tentu tidak mudah. Bagas/Fikri memiliki rekor head to head 1-1 saat bertemy Liu/Ou.

Akan tetapi, mereka tidak pernah menang saat melawan Liang/Wang alias head-to-head BWF-nya yakni 0-2 dari tuan rumah.

Sedangkan Pramudya/Yeremia belum pernah bertemu dengan Liu/Ou, dan sekali menang saat berjumpa dengan Liang/Wang dalam dua pertemuan keduanya.

Seandainya berhasil menang maka Bagas/Fikri atau Pramudya/Yeremia bisa melanjutkan dominasi Indonesia di ajang bergengsi ini.

Tak hanya itu, mereka juga akan membuat tuan rumah puasa gelar selama 18 tahun di ajang China Open, karena terakhir meraih gelar pada 2001 silam.