FOOTBALL265.COM - Skuat Madura United menuturkan permintaan maaf atas kegagalan di semifinal Kratingdaeng Piala Indonesia, di tengah tingginya euforia publik sepak bola di Pulau Garam yang menginginkan trofi juara.
Penyesalan itu tercermin dari raut muka Dejan Antonic. Kendati bersedih hati, namun Pelatih Madura United itu berupaya tetap tegar saat memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers selepas laga.
Bahkan, Guntur Ariyadi yang mendampingi Dejan, enggan mengucapkan secuil kalimat mewakili rekan setimnya di hadapan awak media.
"Ya, kami minta maaf. Sepak bola kadang begini, kami meraih hasil yang bagus, menang, tapi tidak lolos ke final," ujar Dejan Antonic.
Padahal, dia sendiri yang meminta publik sepak bola Madura untuk datang memenuhi Stadion Gelora Madura Pamelingan, setelah hanya segelintir suporter yang datang saat menjamu PSM di lanjutan pekan Liga 1, Kamis lalu.
Sementara pada leg kedua semifinal Piala Indonesia, jumlah kehadiran penonton meningkat tajam hingga lebih dari 7 ribu pasang mata.
"Apa pun itu, terima kasih atas semua dukungan yang telah kalian berikan. Ini penting untuk memberi semangat kepada pemain," tukas dia.
"Dan suporter di Indonesia berperan sangat penting. Mereka adalah pemain ke-12 bagi tim ini," sambung dia.
Beruntungnya, suporter Madura United sudah mulai dewasa untuk menyikapi kekecewaan atas hasil minor tim idolanya. Meski sempat diwarnai aksi lempar ke bench PSM, namun tidak terjadi kericuhan yang lebih luas setelah pertandingan.