Liga Indonesia

Nasib Pemain Martapura FC Usai Akuisisi Dewa United: Aidil Bogel Berburu Tim

Minggu, 28 Februari 2021 11:29 WIB
Penulis: Martini | Editor: Lanjar Wiratri
© Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Martapura FC kini resmi berganti nama menjadi Dewa United FC. Beberapa pemain pun pasrah dan mulai bergerilya mencari klub baru, sebelum memasuki kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021. Copyright: © Grafis: Eli Suhaeli/INDOSPORT
Martapura FC kini resmi berganti nama menjadi Dewa United FC. Beberapa pemain pun pasrah dan mulai bergerilya mencari klub baru, sebelum memasuki kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021.

FOOTBALL265.COM - Martapura FC kini resmi berganti nama menjadi Dewa United FC. Beberapa pemain pun pasrah dan mulai bergerilya mencari klub baru, sebelum memasuki kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021.

Sebagaimana diketahui, pihak Dewa United meresmikan klub sepak bola di salah satu hotel elite di Tangerang, Senin (22/02/21), dan mengklaim telah mengakuisisi klub yang berkompetisi di Liga 2, yaitu Martapura FC.

Pada momen tersebut, CEO Dewa United FC, Kevin Hardiman juga memperkenalkan Kas Hartadi sebagai pelatih kepala, dan Rendra Soedjono yang notabene adalah komentator sepak bola, kini merengkuh jabatan COO.

Dengan adanya perombakan manajemen, tentu para pemain juga harus dibubarkan dan beberapa pilar Martapura FC dituntut untuk mencari klub baru. Salah satunya yakni striker andalan, Muhammad Aidil Bogel.

"Nanti coba ikut seleksi tim lain," ungkap Aidil Bogel, dinukil dari Banjarmasin Post.

Selain Aidil Bogel, beberapa pemain pilar Martapura FC juga mulai merencanakan masa depannya, usai tim berjuluk Laskar Sultan Adam tersebut diakusisi Dewa United FC, dan kini berpindah markas ke Tangerang.

"Saya akan berusaha dan berdoa (agar bisa) mendapatkan tim baru. Di mana rezeki saya, saya ikut saja," ungkap kiper Martapura FC, Putut Wijanarko.

Sementara itu, pemain senior Martapura FC, Agus Setia Bowo mengaku tidak akan pergi jauh untuk mencari klub. Agus masih akan merumput di Kalimantan, sebab ia memiliki pekerjaan lain yang sulit untuk ditinggalkan.

"Karena saya bekerja di Martapura, otomatis saya susah meminta izin kalau membela selain tim Martapura," ujar Agus Setia Bowo.