Termasuk 2 Legenda, 5 Bintang yang Mengaku Menyesal Meninggalkan Manchester United
3. Henrik Larsson
Henrik Larsson diboyong sebagai pemain pinjaman jangka pendek dari Helsinborg pada Januari 2007. Pada akhirnya, ia hanya berkarier 2 bulan di Old Trafford dan tampil 13 kali. United ingin memperpanjangnya, tapi sang penyerang memilih pulang karena sudah berjanji kepada keluarga.
Kepergian Henrik Larsson disesali oleh Sir Alex Ferguson. Namun, sang penyerang sendiri rupanya juga menyesalinya.
“Satu-satunya penyesalan dalam karier saya adalah bahwa saya tidak bertahan di sisa musim itu. Jika saya melakukannya, saya rasa saya akan mendapatkan penawaran yang lebih baik. Tapi saya sudah berjanji akan pulang.”
2. David Beckham
Menjadi bagian Class of 92, David Beckham meraih kesuksesan besar di Manchester United dengan memenangi 6 gelar Liga Inggris dan 1 Liga Champions. Namun, perselisihan dengan Ferguson membuatnya hengkang ke Real Madrid usai 9 musim berseragam merah. Keputusan itu pun disesalinya.
“Pada usia 41 tahun, saya pikir saya sudah lebih dewasa dan bijaksana daripada ketika 21 tahun. Ada beberapa keputusan saya di masa lalu yang merupakan kesalahan.”
“Saya akan sangat bahagia jika menghabiskan karier saya di Manchester United dan tidak pindah ke mana-mana, tapi memang bukan begitu takdirnya.”
1. Peter Schmeichel
Peter Schmeichel layak disebut salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki MU. Namun, usai membela Setan Merah selama 8 musim dan menghadirkan sejumlah gelar, ia hengkang ke Sporting Lisbon usai membawa Manchester United memenangi treble winners di 1998/1999.
Hampir 20 tahun kemudian, Peter Schmeichel mengaku menyesal mengambil keputusan itu. “Saya bisa saja bermain lebih lama lagi di Manchester United jika saya mengerem ego saya dan berbicara dengan manajer soal itu. Tapi saya terlalu besar kepala.”
“Ketika sudah berusia pertengahan 50-an, saya berpikir ke belakang dalam keadaan sudah punya pemahaman yang lebih baik. Saya sadar keputusan itu dibuat oleh seorang pria muda, dan saya akui saya seharusnya bertahan.”