Penyebab Buruknya Performa PSG Pati di Liga 2 Musim Ini

Skuad PSG Pati yang banyak dihuni pemain berpengalaman di sepak bola Indonesia, justru tidak mencerminkan mereka sebagai pesepakbola profesional ternama.
Sebab dari sekian pemain bintang PSG Pati, terdapat beberapa nama yang memiliki masalah emosional di lapangan.
Hal itu dibuktikan dengan permainan kasar di beberapa pertandingan seperti salah satunya laga uji coba melawan Persiraja Banda Aceh, di Lapangan Pancoran Soccer Field (08/09/21).
Salah satu insiden itu melibatkan Syaiful Indra Cahya yang mengangkat kaki terlalu tinggi saat menyapu bola, sehingga kakinya dengan telak menghajar wajah pemain Persiraja, Muhammad Nadhiif.
Syaiful Indra Cahya, yang bermain untuk PSG Pati, harus menerima kartu merah akibat pelanggaran tersebut. Begitu juga dengan Zulham Zamrun di laga tersebut yang melakukand dua pelanggaran keras secara beruntun.
Permainan kasar tersebut rupanya di bawa hingga pertandingan Liga 2. Tebaru, Zulham Zamrun harus mendapat kartu merah akibat permainan kasarnya saat melawan PSIM Yogyakarta.
Hukuman kartu merah itu tentu merugikan PSG Pati, karena mereka kehilangan sang kapten di laga hidup mati melawan Hizbul Wathan.
Hukuman
Penderitaan PSG Pati tidak hanya di dalam lapangan karena ulah pemainnya, tapi juga menjalan hingga ke luar lapangan.
Mereka harus menerima hukuman oleh Komdis PSSI, akibat melanggar regulasi dengan menurunkan pemain ilegal yaitu I Gede Sukadan, saat melawan Persis Solo (03/11/21).
Gelandang asal Bali itu diketahui dalam status menjalani hukuman larangan bertanding.
Konsekuensi dari pelanggaran itu sangat berat. Komisi Disiplin PSSI lantas menjatuhkan sanksi pengurangan poin sebanyak 3 poin dan denda uang sebesar Rp90 juta.
Akibatnya kini PSG Pati harus melorot ke urutan ke-5 atau satu strip di atas zona merah yang ditempati oleh Hizbul Wathan.
Pelatih Joko Susilo menyebut masih banyak kendala lain yang dialami oleh timnya sehingga menambah beban yang berimbas pada prestasi klub.
"Sebenarnya kami tidak layak di posisi ini. Tapi kami tidak akan pernah menyerah," ungkap pelatih klub Liga 2, PSG Pati, Joko Susilo.