Bintang Timnas Indonesia di Luar Negeri Ikut Berduka Atas Insiden Kanjuruhan
Hal serupa juga dilakukan Pratama Arhan yang membela klub J-League 2 Tokyo Verdy, dan Asnawi Mangkualam yang membela klub K-League 2 Ansan Greeners.
Tak selesai disitu, Asnawi Mangkualam juga mengungga pesan khusus di akun Instagramnya, bahwa “kemanusiaan harus diutamakan di atas sepak bola.”
Saddil Ramdani yang memperkuat klub Malaysia, Sabah FA juga iku mengirimkan pesan duka untuk ratusan korban yang meninggal dunia dalam insiden Kanjuruhan.
Insiden Kanjuruhan rupanya juga didengar oleh salah satu calon pemain naturalisasi, Sandy Walsh, yang membela klub Belgia KV Mechelen. Dalam unggahan storynya, Sandy Walsh menggaungkan pesan "tidak ada sepak bola yang seharga nyawa manusia."
Sejauh ini, Egy Maulana Vikri (Zion FC Moravce), Elkan Baggott (Gilingham FC) masih belum memberikan reaksinya terkait insiden ini.
Demikian juga dengan dua calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia lainnya, yakni Jordi Amat (Johor Darul Ta’zim), dan Shayne Pattynama (Viking FK).
Selain tiga pemain naturalisasi di atas, para pemain Timnas Indonesia yang bermain di luar negeri sudah kembali bergabung dengan klub masing-masing.
Pekan lalu, mereka pulang ke tanah air untuk memperkuat Timnas Indonesia dan berhasil dua kali mengalahkan Curacao dalam FIFA Matchday dengan skor 3-2 dan 2-1.
Buntut insiden Kanjuruhan ini membuat Indonesia terancam mendapat sanksi FIFA setelah sejumlah regulasi dilanggar, salah satunya penggunaan gas air mata ke arah tribun penonton.
Banyak pihak yang mengkhawatirkan insiden Kanjuruhan ini bakal berdampak pada nasib Timnas Garuda terkena sanksi tidak boleh bertandingn di luar ngeri hingga pembekuan PSSi sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia.
Padahal, prestasi Timnas Indonesia selama 2022 menunjukkan peningkatan yang positif, mulai dari lolos Piala Asia 2023 hingga ranking FIFA yang melejit ke 152 dunia.