Bek Arsenal Ditikam Pisau di Milan, Ini Kondisinya Sekarang di Rumah Sakit

Musibah yang dialami oleh Pablo Mari menambah panjang daftar panjang pemain Arsenal yang jadi korban tindak kejahatan. Pada Desember 2021 lalu Gabriel Magalhaes menjadi target percobakan perampokan di rumahnya sendiri.
Saat itu pemain bertahan asal Brasil tersebut baru saja pulang bepergian bersama seorang teman sebelum dihadang tepat saat baru turun dari mobil oleh pria bertopeng dan bersenjatakan tongkat bisbol.
Arsenal defender Gabriel fought off a robber wielding a baseball bat who attempted to steal his Mercedes from his garage in August.
— Chris Wheatley (@ChrisWheatley_) December 1, 2021
Abderaham Muse, 26, was jailed last month for five years after police linked him to the robbery. pic.twitter.com/xrrcTocl48
Pelaku meminta Gabriel untuk memberikan kunci mobil, ponsel, dan jam tangan miliknya namun tidak dituruti.
Gabriel justru melawan dan bahkan melancarkan pukulan ke arah wajah yang membuat perampok tadi lari lintang pukang. Pada akhirnya polisi bergerak cepat dan bisa melacak serta memenjarakan pelaku selama lima tahun.
Di Juli 2019, Mesut Ozil dan Sead Kolasinac yang kala itu masih memperkuat Arsenal juga jadi korban penodongan oleh kriminal tak bermoral di jalanan London.
Pelaku yang berjumlah dua orang menggunakan kendaraan bermotor coba mengintimidasi kedua pemain yang tengah parkir mobil di piggir jalan menggunakan pisau.
New CCTV footage shows Sead Kolašinac standing his ground despite being jabbed with a weapon during July’s attempted robbery 😳 pic.twitter.com/XGuROytBt4
— ESPN FC (@ESPNFC) November 6, 2019
Mereka meminta pada Ozil dan Kolasinac untuk melepas arloji mahal di pergelangan tangan keduanya namun justru harus kena bogem mentah.
Kolasinac yang turun dari mobil sama sekali tidak takut dengan dua penyerang dan justru balik mengejar. Layaknya insiden Gabriel, kejadian tersebut terekam CCTV yang kemudian jadi pembantu polisi untuk melakukan penyelidikan.
Para penjahat tadi kemudian tercekal dan diberi ganjaran 10 tahun penjara yang harusnya bisa membuat jera untuk melakukan tindak perampokan lagi.
Semoga insiden Pablo Mari jadi insiden malang terakhir yang menimpa para pemain Arsenal dan sepakbola secara keseluruhan. Tingkat kriminalitas juga diharapkan tidak pernah naik lagi.