Piala Dunia 2022

Demi Bermain di Piala Dunia, 5 Pesepakbola Afrika Rela Pindah Kewarganegaraan

Jumat, 11 November 2022 20:48 WIB
Penulis: Lukman Hadi Subroto | Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© Reuters/Lukas Barth
Eric Maxim Choupo-Moting, pemain Bayen Munchen. Foto: REUTERS/Lukas Barth Copyright: © Reuters/Lukas Barth
Eric Maxim Choupo-Moting, pemain Bayen Munchen. Foto: REUTERS/Lukas Barth
Ganti Kewarganegaraan
  • Kalidou Koulibaly

Kalidou Koulibaly tercatat tak pernah berpartisipasi dalam pertandingan senior bersama timnas Perancis. Ia kemudian memilih timnas Senegal sebagai negara yang dibelanya.

Diketahui bek yang saat ini berseragam Chelsea memulai karir profesionalnya bersama Metz. Kalidou Koulibaly sendiri lahir di Saint-Die-des-Vosges.

Sebelumnya, ia sempat bermain di timnas bersama Perancis di level kelompok umur 20 dalam gelaran Piala Dunia U-20 di tahun 2011 lalu. Selanjutnya, ia tak pernah dipanggil ke timnas Perancis.

Diketahui bahwa pelatih timnas Perancis, Didier Deschamps sempat memaksanya untuk tetap memilih juara dunia 2018. Namun Koulibaly lebih memilih Senegal pada 2015.

  • Eric Maxim Choupo-Moting

Eric Maxim Choupo-Moting merupakan pemain yang lahir di Hamburg, Jerman. Sebagai pemain sepak bola, ia juga sempat membela Der Panzer di kelompok U-19 dan U-21.

Namun, penyerang yang saat ini berseragam Bayern Munchen lebih memilih timnas Kamerun sebagai negara yang dibelanya. Hal ini karena tak ada jaminan di timnas Jerman.

Adapun ayah dari Choupo-Moting merupakan orang Kamerun, sedangkan ibunya adalah orang asli Jerman. Ia sempat membela negara kelahirannya di Euro kelompok remaja.

Pada akhirnya, eks penyerangParis Saint-Germain (PSG) ini menyerah dan memilih timnas Kamerun karena iming-iming bermain di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

  • Hakim Ziyech

Hakim Ziyech merupakan pesepakbola yang lahir di Belanda. Ia sempat bermain untuk De Oranje di kelompok U-20 dan U-21 sebelumm pindah ke timnas Maroko pada 2015.

Pemain yang saat ini berseragam Chelsea tersebut baru saja kembali ke timnas Maroko setelah sebelumnya berselisih dengan pelatih Vahid Halihodzic.