Waduh! Fans Timnas Kosta Rika di Piala Dunia 2022 Sulit Datang ke Qatar, Ada Apa?
Namun ia merasa biaya untuk bisa berada di Qatar sangatlah mahal. Yetty Ergedas hanya bisa berharap dan bermimpi mendukung langsung Timnas Kosta Rika di Piala Dunia 2022.
Sementara itu, pakar ekonomi dari Capital Economics London, Gareth Leather, mengatakan bahwa pergi ke Piala Dunia sangatlah mahal. Ia mengatakan bahwa Qatar seperti memanfaatkan momentum.
Gareth Leather mengatakan bahwa saat ini keadaan sangat sulit, terlebih untuk biaya hidup, kenaikan suku bunga, dan menguatnya dolar. Khususnya Kosta Rika yang terdampak ekonomi banyak mereka yang menderita.
“Saat ini, keadaan sangat sulit mengingat biaya hidup, kenaikan suku bunga dan juga dolar yang kuat. Jika Anda melihat situasi ekonomi khusus Kosta Rika, inflasi Anda mencapai 10 persen dan upah tidak mengikuti, sehingga orang semakin miskin secara riil." kata Gareth Leather.
Lebih lanjut, ia menjelaskan meski memiliki riyal Qatar yang saat ini kuat, namun dibandingkan dengan dolar, tentu akan mempersulit negara yang mata uangnya terdepresi.
Hanya orang-orang gila yang nekat pergi ke Qatar untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2022. Bisa jadi banyak orang yang rela meminjam sejumlah uang untuk bisa sampai ke Qatar.
Diprediksi hanya sedikit sekali orang Kosta Rika yang akan hadir menyaksikan Piala Dunia 2022 di Qatar. Kemungkinan sekitar 500 orang yang akan sampai ke Qatar.
Kosta Rika sendiri sempat menjadi tim kuda hitam ketika Piala Dunia dilangsungkan di Brasil pada edisi tahun 2014. Saat itu mereka berhasil melaju hingga babak 8 besar.
Bahkan Kosta Rika yang berada di grup neraka bersama Inggris, Italia, dan Uruguay mampu memberikan kejutan bagi seluruh penggemarnya dan pencinta sepak bola dunia.
Sempat mengejutkan Italia dengan kemenangan 1-0, Kosta Rika pada akhirnya harus pulang setelah dikalahkan Belanda melalui adu penalti di babak 8 besar.
Sumber: Al-Jazeera