Liga Inggris

London ‘Berdarah’ di Musim Ini: Termasuk Potter di Chelsea, Empat Pelatih Jadi Korban

Senin, 3 April 2023 12:54 WIB
Editor: Yohanes Ishak
© Tim Clayton/Corbis via Getty Images
Patrick Vieira, mantan pelatih Crystal Palace. Copyright: © Tim Clayton/Corbis via Getty Images
Patrick Vieira, mantan pelatih Crystal Palace.
Patrick Vieira

Korban kedua datang dari klub London wilayah Selatan, Crystal Palace yang memecat Patrick Vieira pada 17 Maret 2023 lalu.

Manajemen The Eagles merasa gerah dengan performa Wilfried Zaha dan kolega yang tak pernah meraih kemenangan sejak awal tahun 2023.

Meski posisi Palace bisa dibilang masih aman dari zona degradasi, mereka pun memilih untuk mendepak Vieira demi mewujudkan target realistis mereka di akhir musim yakni menempati posisi 10 besar.

Antonio Conte

© Reuters/Paul Childs
Ekspresi kecewa Antonio Conte pasca laga Tottenham Hotspur vs AC Milan (09/03/23). (Foto: Reuters/Paul Childs) Copyright: Reuters/Paul ChildsEkspresi kecewa Antonio Conte pasca laga Tottenham Hotspur vs AC Milan (09/03/23). (Foto: Reuters/Paul Childs)

Satu minggu sebelum Chelsea memecat Graham Potter, klub dari London Utara, Tottenham Hotspur telah lebih dulu memecat Antonio Conte dari kursi pelatih.

Sejatinya, posisi The Lilywhites bersama Conte terbilang paling aman dan lebih baik jika dibandingkan dengan Chelsea dan Crystal Palace. Bahkan, Spurs pun masih berpeluang mengakhiri musim di zona Liga Champions.

Saat ini, Harry Kane dkk menempati posisi kelima di Premier League 2022-23 dengan torehan 49 poin.

Selisih satu angka dengan posisi ketiga dan keempat, Newcastle United dan Manchester United yang sama-sama mengantongi 50 poin.

Hanya saja, komentar pedas Conte dinilai terlalu mengkritisi Tottenham sehingga manajemen merasa mantan pelatih Inter Milan tersebut tak mampu mendongkrak performa tim.

Padahal, kritikan yang dilontarkan pria Italia terhadap Tottenham benar adanya. Conte menyatakan jika tim London Putih tak punya ambisi untuk meraih gelar juara dan jika seperti ini terus, hingga 20 tahun ke depan dinilai tak akan bisa meraih juara sama sekali.

Pernyataan inilah yang membuat Antonio Conte akhirnya memiliki hubungan yang buruk dengan tim manajemen dan pada akhirnya ia harus dipecat pada 26 Maret 2023 kemarin.

Baca berita sepak bola dan olahraga lainnya di Google News