Final Liga Europa dan 4 Alasan Lain Kenapa Mourinho Tak Boleh Lepas dari Genggaman AS Roma

Salah satu keuntungan punya manajer sekelas Jose Mourinho yang mengantongi puluhan trofi bergengsi adalah klub menjadi punya daya tarik lebih untuk memikat pemain pujaan. Itulah situasi AS Roma saat ini.
Di tengah investasi yang tidak terlalu royal dari pemilik, juru taktik 60 tahun itu masih bisa mendaratkan sejumlah nama top ke Olimpico dalam dua musim terakhir seperti Tammy Abraham, Nemanja Matic, Rui Patricio, Gini Wijnaldum, dan tentunya Dybala.
Tanpa Mourinho, para pemain tadi belum tentu mau datang ke Roma. Bahkan Dybala secara terbuka menyatakan jika keputusannya bergabung bersama I Lupi adalah The Special One meski ia punya tawaran dari AC Milan, Inter Milan, sampai Tottenham Hotspur di bursa transfer musim panas lalu.
Musim depan juga kabarnya Roma akan menyelesaikan deal untuk transfer gratis Houssem Aouar, playmaker Prancis dari Olympique Lyon.
Campur tangan Mourinho jelas dibutuhkan untuk semakin memperbesar kans Roma dalam mendapatkan pemain berkualitas di pasar dalam waktu dekat.
2. Maksimalkan Bakat Muda
Sejak lama Jose Mourinho selalu diidentikkan dengan manajer yang ogah memberikan kesempatan bermian bagi pemain muda namun di AS Roma klaim tersebut sepertinya terdengar tidak mendasar.
Seperti musim lalu, musim ini pun eks bos Chelsea, Manchester United, dan Real Madrid tersebut banyak mengandalkan jebolan akademi yang memang ia anggap pantas.
Terutama Nicola Zalewski (21) yang saat ini memegang rekor menit bermain terbanyak di Roma sebagai pemain U-23 dari berbagai kompetisi.
Memanfaatkan pemain belia memang jadi salah satu strategi Mourinho untuk mengakali minimnya dana transfer yang diberikan padanya. Akan tetapi hasilnya terbilang sangat tidak buruk.
Pada pertandingan Liga Italia terbaru melawan Bologna, Mourinho menurunkan starting XI dengan rata-rata usia 25 tahun dan 34 hari yang jadi rekor starter termudanya sepanjang karier melatih di negeri pizza.