Liga Europa

7 Fakta Rahasia yang Terungkap Usai Final Liga Europa Sevilla vs AS Roma

Kamis, 1 Juni 2023 05:47 WIB
Editor: Juni Adi
© REUTERS/Marton Monus
Perebutan bola di tengah area lapangan antara pemain Sevilla dengan AS Roma di final Liga Europa. Copyright: © REUTERS/Marton Monus
Perebutan bola di tengah area lapangan antara pemain Sevilla dengan AS Roma di final Liga Europa.
Juara ke-7 Kalinya

Dengan kemenangan ini, tim asal Spanyol Sevilla merengkuh gelar Liga Europa untuk ke-7 kalinya dan terbanyak dalam sejarah sepak bola Eropa.

Mereka memenangkan gelar Liga Europa sejak musim 2005/06, berlanjut ke musim 2006/07, 2013/14, 2014/15, 2015/16, 2019/20, hingga sekarang 2022/23.

Hanya lima tim yang memiliki lebih banyak trofi utama kompetisi sepak bola Eropa: Real Madrid (16), Barcelona (12), AC Milan (9), Liverpool (9) dan Bayern Munchen (8).

Paulo Dybala Sejejar Legenda

Paulo Dybala jadi pemain Argentina pertama yang mencetak gol di final kompetisi UEFA sejak Lionel Messi (Barcelona) di Liga Champions 2010/11.

La Joya juga menjadi pemain Argentina pertama yang mencetak gol di final Liga Europa/Piala UEFA sejak Hernan Crespo (Parma) pada 1999.

Rekor Paulo Dybala Lagi

Paulo Dybala menjadi pemain asing kedua yang mencetak gol di Final Major kompetisi Eropa untuk AS Roma, setelah Pedro Manfredini (dua gol di Fairs Cup 1961 vs Birmingham).

Pemain Tertua

Jesus Navas menjadi pemain kedua tertua yang tampil sebagai starter di final Liga Europa (37 tahun, 191 hari). Sebelumnya ada David Weir yang tampil membela Rangers di final 2008 saat berusia 38 tahun, 4 hari.

Kegagalan Pertama Mourinho

Untuk pertama kalinya Jose Mourinho gagal mengangkat trofi di partai final kompetisi antar klub Eropa. Padahal dari lima kesempatan final sebelumnya, pria Portugal ini selalu memenangkannya.

Kegagalan Kedua AS Roma

AS Roma kalah di final untuk kedua kalinya yang ditentukan lewat adu penalti di kompetisi Eropa (sebelumnya melawan Liverpool di Piala Eropa 1984). 

Perpanjangan Waktu Berlanjut

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala UEFA/Liga Eropa, tiga final berturut-turut dilakukan dengan perpanjangan waktu.