Zero to Hero, Makian Berbalik Pujian untuk Pelatih PSS Sleman Marian Mihail

Meski begitu, Marian Mihail sudah menyadari bahwa jalan kompetisi masih panjang. Ia tak mau selebrasi berlebihan meski dendam pribadinya kepada Bali United sudah terbalaskan.
Ya, dendam yang dimaksud adalah pengalaman pada 2018 lalu. Ketika memegang Thanh Hoa FC di Piala AFC 2018, timnya dikalahkan Bali United 1-3 di Gianyar dan tertahan di Hanoi dengan skor 0-0.
Kini, Marian Mihail fokus penuh pada laga pekan kedua Liga 1 2023-2024 melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (7/7/23) mendatang.
Marian Mihail mengaku belum mengetahui secara detail kekuatan tim Persis Solo. Mihail belum menyaksikan banyak pertandingan sang calon lawan.
"Saya ingin pertandingan selanjutnya menjadi lebih baik lagi dari sekarang. Setelah pertandingan lawan Bali United FC, saya mulai berpikir berhadapan dengan tim Persis Solo untuk laga kedua," jelas Marian Mihail.
Berbenah Lagi
Persis Solo kalah pada laga kandang pertama atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/7/23). Namun, kekuatan Laskar Sambernyawa tetap tak bisa diremehkan.
Dalam laga tersebut, Persis Solo benar-benar tak dinaungi keberuntungan. Ada banyak peluang yang terbuang percuma. Sementara satu gol penentu kemenangan Persebaya terjadi karena bunuh diri Faqih Maulana.
Kapten PSS Sleman, Kim Kurniawan, menegaskan ada banyak hal yang harus dibenahi lagi. PSS belum tampil baik, meski menang atas Bali United.
"Kami ingin bermain lebih baik, tapi juga secara hasil bisa mempertahankan tren sekarang, karena pada akhirnya sepak bola itu yang penting hasil. Mudah-mudahan selain hasil bagus, kita bisa memperbaiki penampilan masing-masing pemain," ungkap Kim.
Ada empat sesi latihan di Sleman sebelum tim bertanding melawan Persis Solo. PSS Sleman akan memantau kesiapan Jonathan Bustos yang hanya bermain 45 menit melawan Bali United.