Bedah Rotasi Gelandang Chelsea Usai Tikung Moises Caicedo dan Romeo Lavia, Bisa Saingi Man City?

Kehadiran enam pemain di sektor gelandang Chelsea ini sejatinya sudah cukup bila melihat taktik yang dipakai Mauricio Pochettino.
Enam gelandang ini punya tipikal yang sama, dengan rincian tiga pemain nomor 6 (Caicedo, Lavia, dan Ugochukwu) dan tiga pemain nomor 8 (Enzo, Gallagher, dan Andrey Santos).
Jika Pochettino menggunakan formasi tiga gelandang, yakni Double 6 dengan satu Advance Midfielder, maka keenam pemain ini bisa dirotasi dengan sempurna.
Nahas, Pochettino kabarnya akan menggunakan formasi 4-2-3-1, di mana hanya ada dua gelandang saja yang akan digunakan untuk menempati Double Pivot.
Dengan enam gelandang yang dimiliki, nama Enzo Fernandez dan Moises Caicedo bisa saja menjadi pilihan utama karena tipikal keduanya yang bisa jadi pemain nomor 6 dan 8.
Dengan tak banyaknya kompetisi yang diikuti Chelsea, maka ada kemungkinan Lavia, Ugochukwu, Gallagher dan Santos akan dirotasi di kompetisi domestik seperti Piala FA dan Piala Liga Inggris.
Tapi menit bermain bisa merata didapatkan keenamnya andai Pochettino mau menggunakan formasi 4-3-3, atau menggunakan skema Double 6 dengan satu gelandang Advance.
Jika formasi itu diterapkan, maka ada kemungkinan Caicedo dan Lavia akan menjadi pemain Double 6 dan Enzo akan memainkan peran sebagai Advance Midfielder.
Lalu ketiga pemain ini akan digantikan oleh Ugochukwu dan Santos sebagai Double 6 dan Gallagher sebagai pemain nomor 8.
Perbedaannya, formasi 4-2-3-1 akan tampil menyerang yang berpusat di tengah, sehingga Double Pivot hanya menjadi pengatur tempo. Sedangkan 4-3-3 akan menyerang dari sisi sayap, dengan trio gelandang sebagai Breaker.
Sedangkan persamaannya adalah pada peran Enzo yang akan lebih bebas seperti di laga kontra Liverpool, di mana ia bisa bergerak membantu serangan dan pertahanan dengan baiknya.
Pada akhirnya, lini tengah Chelsea punya kedalaman skuad yang mumpuni. Secara tak langsung, kondisi ini akan membuat Pochettino berada dalam masalah yang menyenangkan dengan banyaknya opsi yang ada di timnya.