In-depth

3 Playmaker dari Jepang yang Sukses di Liga Italia Ini Bisa Jadi Panutan Daichi Kamada

Kamis, 17 Agustus 2023 23:20 WIB
Editor: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji
© Wagner Meier/Getty Images
Legenda Jepang, Keisuke Honda. Copyright: © Wagner Meier/Getty Images
Legenda Jepang, Keisuke Honda.
2. Shunsuke Nakamura

Shunsuke Nakamura merupakan salah satu legenda sepak bola Asia asal Jepang yang pernah sukses berkarier di kompetisi Liga Italia.

Saat ini, Shunsuke Nakamura sudah berusia 45 tahun. Ia pensiun pada akhir musim 2022 lalu, di mana klub terakhir yang dibela yakni Yokohama FC di Meiji Yasuda J2 League.

Sebelum berkarier di Eropa, Shunsuke Nakamura sempat menjadi pemain top di kompetsi kasta tertinggi Liga Jepang atau J1 League.

Pada 2000 silam menjadi musim terbaiknya karena sukses dianugerahi J.League Most Valuable Player (MVP) untuk kontribusinya.

Pada tahun berikutnya, ia mencatatkan 31 penampilan dan mencetak 5 gol di semua kompetisi, termasuk 6 penampilan dan 2 gol di Piala J.League 2001, yang dimenangkan Marinos.

Karena penampilan hebatnya, banyak klub besar Eropa termasuk Real Madrid berminat memboyong sang gelandang ke Eropa.

Akan tetapi, Shunsuke Nakamura secara mengejutkan justru bergabung dengan tim promosi Liga Italia (Serie A), Reggina.

Masih menjadi misteri apa yang dilakukan klub tersebut sehingga bisa dapatkan jasa sang pemain. Namun kedatanan Nakamura membuat klub kebanjiran orderan jersey.

Tim berjuluk Amaranto itu pun suskes menjual 250 ribu jersey Shunsuke Nakamura hanya dalam waktu lima bulan saja.

Saat bergabung Reggina pada 2002 silam, Nakamura langsung diberikan nomor punggung 10. Tidak hanya sebatas populer, Nakamura juga membuktikan kualitas dengan memborong tiga gol dalam tiga laga awal secara beruntun.

Di musim perdananya, kontribusi 32 penampilannya dengan tujuh gol mampu membuat Reggina terhindar dari jurang degradasi. Nakamura juga sukses menjadi pelayan sempurna bagi duo Emiliano Bonazzoli dan David Di Michele.

Dari tujuh gol yang dicetak oleh Nakamura mayoritas dilakukan dari sepakan bola mati. Ia memang terenal dengan tendangan bebas melengkung ala Tsubasa.

Bersama Reggina, Nakamura total tercatat memainkan 81 laga di semua ajang dengan mencetak 11 gol serta 3 assist selama tiga musim. Ia kemudian hengkang ke Celtic pada 2005 silam.

3. Keisuke Honda

Terakhir ada Keisuke Honda, salah satu legenda Jepang yang pernah bergaung ke klub raksasa Liga Italia (Serie A), AC Milan.

Klub Eropa pertama yang diperkuat oleh Keisuke Honda yakni VVV-Venlo yang berkompetisi di Eredivisi pada bursa transfer musim dingin 2008 silam.

Sayang, musim pertamanya di VVV-Venlo tidak berjalan mulus karena timnya harus turun kasta ke divisi dua, Eerste Divisie.

Akan tetapi, pada musim keduanya bersama VVV-Venlo, Honda menjadi salah satu pemain penting yang membawa klub tersebut kembali ke kasta tertinggi Liga Belanda. Ia berhasil mencatatkan 36 penampilan dengan mencetak 16 gol.

Setelah membawa VVV-Venlo kembali ke Eredivisi, Honda kemudian pindah ke Rusia untuk membela CSKA Moscow. Ia langsung berhasil meraih berbagai prestasi dengan menjuarai Russian Premier League, Russian Cup, dan Russian Super Cup.

Setelah tiga musim bermain di CSKA Moskow, raksasa Liga Italia (Serie A), AC Milan memboyongnya dengan status free transfer pada musim 2014-2015.

Di AC Milan, Honda mencapai kualitas terbaiknya sebagai pemain sepak bola profesional. Ia mampu membawa Rossoneri meraih Supercoppa Italiana pada musim 2016.

Empat musim membela AC Milan, Honda tercatat bermain sebanyak 81 pertandingan dengan mencetak 9 gol dan 12 assist.