Berkhianat, Pemain Ini Langsung Raih Trofi di Klub Baru
Setiap klub sepakbola tentunya berlomba-lomba untuk bisa menjadi yang terbaik. Hal itulah yang memunculkan adanya rivalitas di antara kedua klub.
Seperti halnya klub Real Madrid dan Barcelona. Kedua klub yang sama-sama bertanding di La Liga Spanyol itu diketahui sebagai rival abadi. Laga big match bertajuk El Clasico selalu tersaji ketika kedua klub itu bertemu, baik di liga domestik ataupun kompetisi Eropa.
Selain itu, ada pula rivalitas antara Manchester United dan Manchester City yang berlaga di Liga Primer Inggris. Derby Manchester akan menghiasi kala kedua tim yang sama-sama berasal dari Manchester itu bertemu.
Pertemuan kedua klub rival itu pastinya akan menjadi ajang gengsi untuk bisa meraih kemenangan besar.
Namun sayangnya, hubungan rivalitas itu bisa saja semakin panas ketika seorang pesepakbola memutuskan untuk hengkang ke klub saingan mereka.
Tidak hanya antar klub saja, hubungan pemain dan para penggemar klub juga bisa menjadi tegang. Tidak jarang pula para fans yang meluapkan kekesalan mereka lantaran melihat pemain idola mereka berkhianat.
Meskipun dilabeli sebagai pengkhianat, performa dan skill apik yang dimiliki oleh pemain itu tentu masih terus diperlihatkan. Kepindahannya ke klub rival itu tentunya juga tidak disesali oleh sang pesepakbola itu sendiri.
Berikut ini INDOSPORT merangkum siapa saja pemain yang dianggap sebagai pengkhianat karena berpindah ke klub rival dan membawa klub barunya meraih titel juara di musim perdananya.
1. Rio Ferdinand
Rio Ferdinand memulai karier sebagai seorang pesepakbola profesional bersama West Ham United pada 1995 silam. Setelahnya, pria berusia 38 tahun itu pun dibeli oleh Leeds United pada tahun 2000.
Baru dua tahun membela klub yang bermarkas di Elland Road itu, mantan pemain Timnas Inggris tersebut pun memutuskan untuk berpindah klub ke salah satu rival terbesar Leeds Utd, yaitu Manchester United.
Sebagaimana diketahui, kedua tim kala itu mempunyai rivalitas yang tinggi. Persaingan keduanya bahkan dijuluki "Battle of the Roses" atau Derby Roses, yang berasal dari persaingan kuat wilayah bersejarah antara Lancashire dan Yorkshire.
Kala itu, Ferdinand dibeli oleh pelatih Sir Alex Ferguson dengan mahar mencapai 34 juta poundsterling atau sekitar Rp580 miliar, dikutip dari Sportskeeda (24/08/17).
Pada masa tersebut, dana yang dikeluarkan oleh pihak Setan Merah bisa dikatakan sebagai pengeluaran besar seperti ketika Man United memboyong Paul Pogba sebesar 89 juta poundsterling (Rp1,51 triliun). Sehingga, kepindahan Ferdinand itu pun mampu memecahkan rekor transfer.
Meskipun berpindah ke klub rival, hal itu nyatanya tidak menurunkan performa Ferdinand. Sebaliknya, pria kelahiran 7 November 1978 itu mampu membawa Setan Merah meraih titel juara di Liga Primer Inggris 2002/03.
Totalnya, selama 12 tahun lamanya memperkuat klub yang bermarkas di Old Trafford itu, Ferdinand telah meraih 6 trofi Liga Primer Inggris, 4 Piala FA, 2 Piala Liga Inggris, dan masing-masing Pialah Dunia Antarklub serta Liga Champions.
Setelah masa kontraknya bersama Setan Merah telah habis, dirinya pun hengkang ke Queens Park Rangers di tahun 2014. Baru semusim membela QPR, sang pemain pun memutuskan untuk menggantung sepatu.
2. Sol Campbell
Sol Campbell juga masuk dalam daftar pemain yang bisa dikatakan sebagai pengkhianat. Memulai karier di dunia persepakbolaan profesional bersama Tottenham Hotspur pada 1992 silam, pria berusia 42 tahun itu memutuskan untuk hengkang ke Arsenal sembilan tahun setelahnya.
Tindakan yang dilakukan oleh Campbell itu pun memunculkan kontroversi. Pasalnya, sang pemain pernah mengungkapkan tidak akan pernah bermain untuk The Gunners dalam sebuah wawancara kala dirinya diisukan akan hengkang.
Kontraknya bersama Spurs sendiri akan habis pada 2001 lalu. Bahkan, pihak The Lilywhites sudah mengajukan penawaran perpanjangan kontrak dan akan menjadikannya pemain dengan bayaran termahal di klub.
Hanya saja, dirinya malah membuat keputusan kontroversi dengan memberikan tanda tangannya kepada Arsenal.
Keinginannya untuk bermain di Liga Champions secara teratur serta memenangkan banyak trofi menjadi alasan bagi pria Inggris itu untuk hengkang.
Hal itu terbukti ketika dirinya mampu membawa Arsenal meraih titel juara Liga Primer Inggris 2001/02, yang merupakan musim perdananya berseragam merah-putih. Totalnya, Campbell sudah menyumbangkan masing-masing dua gelar Liga Primer Inggris (musim 2001/02 dan 2003/04) serta Piala FA (musim 2001/02 dan 2004/05).
Keputusannya untuk pindah ke sang rival mungkin memang keputusan terbaik untuk kariernya di dunia persepakbolaan. Hanya saja, hal itu sepertinya tidak akan pernah dilupakan oleh para penggemar Spurs yang merasa dikhianati oleh sang pemain.
3. Robert Lewandowski, Mario Gotze, dan Mats Hummels
Para fans Dortmund harus merasa tersakiti akibat para pemain dari klub idola mereka harus hengkang ke klub rival. Tidak hanya satu pemain, melainkan tiga pemain yang melakukan tindakan tersebut.
Adalah Robert Lewandowski, Mario Gotze, dan Mats Hummels, mantan pemain Borussia Dortmund yang memutuskan untuk berpindah ke Bayern Munchen, yang merupakan rival besarnya di Bundesliga Jerman.
Bermula pada tahun 2013 lalu, ketika Mario Gotze memutuskan untuk pergi dari Westfalenstadion dan memilih membela Bayern Munchen. Di musim perdananya bersama The Bavarians, pria berusia 25 tahun itu mampu meraih empat gelar sekaligus, yaitu Bundesliga Jerman, DFB Pokal, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Europa.
Namun, setelah tiga tahun membela Die Roten, lagi-lagi Gotze harus mengecewakan para penggemar dengan kembali ke mantan klubnya pada 2016 lalu.
Tindakan yang dilakukan oleh Gotze juga diikuti oleh rekannya di Dortmund, yaitu Robert Lewandowski pun mengikuti jejaknya. Pria berusia 29 itu hengkang ke Allianz Arena pada Juli 2014 lalu dengan status bebas transfer.
Bersama Munchen, pemain Timnas Polandia itu mampu membawa timnya kembali meraih gelar Bundesliga Jerman musim 2014/15. Tidak tanggung-tanggung, ia bersama rekannya pun mampu mempertahankan gelar Bundesliga Jerman hingga musim lalu.
Jejak kedua pemain itu juga diikuti oleh Mats Hummels yang memutuskan bergabung pada musim panas tahun lalu.
Sebenarnya, Hummels sendiri memulai karier sebagai seorang pesepakbola profesional bersama Munchen pada 2007 lalu. Setahun kemudian, ia pun dipinjamkan ke Die Borussen sebelumnya akhirnya dibeli secara permanen pada tahun 2009.
Namun kini, sang pemain itu sendiri sudah kembali ke mantan klubnya dan mampu meraih gelar Piala Super Jerman pada musim 2016 dan 2017 serta Bundesliga Jerman 2016/17.
4. Robin van Persie
Selain mempunyai rivalitas yang tinggi dengan Leeds Utd, Manchester United juga mempunyai hubungan rival dengan Arsenal.
Pada 2012 lalu, salah satu penggawa The Gunners harus dicap sebagai pengkhianat lantaran memilih hengkang ke Old Trafford pasca delapan tahun memperkuat klub yang bermarkas di Emirates Stadium itu.
Kala itu, Van Persie mempunyai masa kontrak yang hanya menyisakan satu tahun lagi. Keputusannya untuk pergi dan membela klub rival tentunya membuat hubungan pria berusia 34 tahun itu menjadi tidak baik dengan para penggemar Arsenal.
Bagi The Gunners, mungkin kejadian itu bisa menjadi pengalaman yang buruk. Seperti menjual gelar Liga Primer Inggris seharga 22,5 juta pounds atau sekitar Rp384 miliar (harga proses transfer Persie), sang pemain pun mampu membawa Man United ke puncak kejayaan.
Di musim perdananya bersama Setan Merah, pemain Timnas Belanda itu mampu mengangkat trofi Liga Primer Inggris 2012/13 serta memperoleh gelar Community Shield di musim 2013.
5. Luis Figo
Para pencinta sepakbola pastinya sudah mengetahui seberapa besar rivalitas Real Madrid dengan Barcelona di lapangan hijau. Pertemuan keduanya yang bertajuk El Clasico menjadi salah satu pertandingan besar yang kerap kali ditunggu oleh para penggemar si kulit bundar.
Proses transfer pemain yang terjadi di dua klub itu pastinya menjadi perhatian utama para penggemar. Terlebih lagi ketika salah satu pemain Barcelona yang memutuskan untuk bergabung dengan rival abadinya.
Seperti yang dilakukan oleh mantan pesepakbola Luis Figo. Setelah lima tahun memperkuat Barca, pada 2000 lalu dirinya pun hengkang ke Real Madrid.
Saat itu, Real Madrid yang saat itu baru diambil alih oleh Presiden Florentino Perez mempunyai misi untuk membawa Los Blancos kembali ke puncak kejayaan. Salah satunya ialah dengan mendatangkan pemain bintang dari klub lain.
Perez pun membuat para fans Blaugrana merasa kesal lantaran mengaktifkan klausul pembelian pada diri Figo.
Kedatangan mantan pemain Timnas Portugal itu memang mampu membawa Los Merengues meraih titel juara La Liga Spanyol musim 2000/01 di musim perdananya dan musim 2002/03. Dua gelar Supercopa de Espana dan masing-masing satu trofi Liga Champions, Piala Super Europa, serta Piala Intercontinental juga mampu disumbangkan olehnya.
Hanya saja, hubungan sang pemain dengan para penggemar Barca sendiri menjadi hancur. Ketika pria berusia 44 tahun itu melakoni laga El Clasico pertama bersama Madrid, para penggawa Real Madrid harus merasakan atmosfer menakutkan di Camp Nou. Pasalnya, para penggemar Barca memperlihatkan rasa kesal dan benci karena tindakan berkhianat yang dilakukannya itu.