Bosan di Kampung Halaman, Pelatih Top Belanda 'Tertantang' Melatih di Indonesia
FOOTBALL265.COM – Eks pelatih Feyenoord, Gertjan Verbeek membuat pernyataan yang menarik. Pasalnya dirinya bosan berkarir di Belanda, dan lebih memilih Indonesia sebagai tujuan.
Gertjan Verbeek mengakui bahwa dirinya telah bosan untuk berkecimpung di dunia sepak bola Belanda, dan tertarik menjadikan Indonesia sebagai petualangan barunya.
Pelatih kelahiran Deventer, Belanda tersebut telah menitih karier sebagai pelatih di Liga Belanda selama 40 tahun.
Pelatih yang memiliki nama lengkap Gerrit Jan Alfons Verbeek tersebut juga tercatat memiliki beberapa prestasi menawan.
Salah satunya adalah ketika pelatih asal Belanda tersebut berhasil membawa AZ Alkmaar menjadi juara Piala Belanda pada musim 2012/13.
Verbeek berhasil mengantarkan AZ Alkmaar meraih trofi, setelah dirinya mampu mengalahkan juara bertahan, PSV Eindhoven di partai final. Gertjan Verbeek telah menangani AZ Alkmaar selama tiga tahun, yakni dari musim 2010/11 hingga 2013/14.
Dan puncak karier yang diraihnya adalah mampu mengalahkan PSV Eindhoven dengan skor 2-1 di partai puncak Piala Belanda 2021/13 dengan skor 2-1.
Hal tersebut merupakan raihan paling mentereng yang dicatatkan oleh Gertjan Verbeek sebagai pelatih.
Selain menangani AZ Alkamaar, pelatih berusia 59 tahun tersebut juga pernah menangani FC Nurnberg, VfL Bochum, FC Twente, Feyenord, dan lain-lain.
1. Gertjan Verbeek Ingin Latih Tim di Indonesia
Gertjan Verbeek juga pernah menangani tim asal Australia pada musim 2019/20. Namun, setelah itu dirinya memilih kembali ke Liga Belanda, yakni Almere City.
Sedangkan keputusan dari Verbeek untuk berhenti menjadi pelatih di salah satu tim Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) adalah pada November 2021 silam.
Gerrit Jan Alfons Verbeek ini mengungkapkan bahwa dirinya telah bosan berada di Belanda, dan ingin mencoba peruntungan baru di Indonesia.
“Selama empat puluh tahun saya harus mengikuti agenda KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda), saya sudah tidak menyukainya lagi.”
“Mereka tahu saya (sudah) tidak (mau) lagi. Selama empat puluh tahun saya harus mengikuti agenda (Federasi Sepab Bola Belanda) KNVB. Saya sudah tidak memiliki keinginan itu lagi,” ujar Verbeek dikutip dari Voetbal International.
Gertjan Verbeek juga mengakui ketertarikannya untuk melatih salah satu tim yang berada di Indonesia. Dirinya juga mengungkapkan akan menerima tawaaran yang datang dari luar Belanda.
"Saya masih terbuka untuk tawaran di luar negeri. Itu akan menjadi petualangan yang menyenangkan bagi keluarga. Indonesia, Amerika. Atau menjadi pelatih timnas suatu negara, mungkin. Tapi saya tidak lagi ingin melatih di Belanda," tambah pelatih asal Belanda itu.
Verbeek juga membuka kemungkinan untuk melatih salah satu tim nasional, yakni Indonesia dan Amerika seperti yang disebutkan olehnya.
2. Gelandang Blasteran Turun Kasta ke Divisi 2 Belanda
Mantan pemain incaran timnas Indonesia untuk program naturalisasi, Jordy Wehrmann, baru menuntaskan transfer menuju ADO Den Haag pada Sabtu (9/7/22).
Gelandang berusia 23 tahun bergabung dengan klub kasta kedua Belanda tersebut sebagai pinjaman selama semusim dari klub Swiss, FC Luzern.
Walau harus meninggalkan kompetisi kasta tertinggi Swiss dan kini merumput di Eerste Divisie, Wehrmann mengaku sangat senang dengan kepindahan ini.
Pasalnya ia lahir dan besar di Den Haag, kota tempat ADO bermarkas. Ia bangga bisa memperkuat tim tempatnya tumbuh mengingat kesempatan ini belum pernah dirasakan sebelumnya.
Wehrmann sejak kecil menimba ilmu sepak bola bersama Feyenoord Rotterdam. Sejak 2015 kala usianya masih belasan tahun, ia sudah jadi bagian keluarga De club aan de Maas.